Selasa, 15 Juli 2014

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A.  Topik Permasalahan/ Bahasan                   : Menumbuhkan Rasa Optimis
B.   Bidang Bimbingan                                       : Pribadi
C.  Jenis Layanan                                              :  informasi
D.  Standar Kompetensi                                    :  Menata tujuan dan hasil yang ingin dicapai
E.   Kompetensi Dasar                                        :  Mempraktekkan sikap optimis secara pribadi terhadap konsekuensi yang muncul dari pengambilan keputusan
F.   Indikator                                                       :  1.  Siswa memahami apa itu rasa optimis terhadap diri sendiri
                                                                              2.  Siswa memahami pentingnya cara Menumbuhkan Optimisme Dalam Diri
                                                                              3.  Siswa memahami manfaat sikap optimis pada dirinya
G.  Fungsi layanan                                             :  pemeliharaan dan pengembangan
H.  Tujuan layanan/ hasil yang ingin dicapai  : mengetahui dan memahami cara menumbuhkan rasa optimis peserta didik
I.     Sasaran layanan                                           : SMA Negeri 1 Wabula Kelas XI
J.    Alokasi Waktu                                             :  1 x 45 Menit
K.  Metode                                                          : Ceramah, diskusi dan tanya jawab
L.   Alat dan Bahan                                            :  Papan Tulis, Spidol dan Buku
M. Langkah-Langkah                                       :  1.   Awal
ü  Guru masuk memberikan salam
ü  Absensi siswa       
2.   Inti
ü  Memberikan penjelasan mengenai materi yang akan dibawakan
ü  Melakukan Tanya jawab seputar materi yang telah dijelaskan.
N.  Materi                                                           :
Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.
Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, bagaimana perasaan seorang optimis? Seorang yang berpikiran positif atau berpikir secara optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya, ia menerima dan memeriksa masalahnya. Lalu, sejauh keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi. Berikut ini beberapa manfaat bersikap optimis yaitu sebagai berikut :
ü  Lebih panjang umur
ü  Jarang mengalami depresi
ü  Tingkat stress lebih kecil
ü  Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik
ü  Lebih baik secara fisik dan mental
ü  Mengurangi resiko terkena penyakit jantung
ü  Mampu mengatasi kesulitan
Cara Menumbuhkan Optimisme Dalam DIri
Optimisme adalah hal terbaik yang dapat anda berikan kepada diri anda, untuk member diri anda dukungan dan semangat untuk jangka panjang.
Para dokter dan psikiater kini sependapat bawa rasa lelah berasal dari pikiran, bukanlah dari masalah jasmani. Perasaan bosan, mudah marah, kesal, frustasi, merasa dikejar-kejar, ketegangan dan kekhawatiran, semuanya merupakan emosi yang membuat anda merasa kehabisan energy.
Obat kuat, tidur seharian, tidak akan menolong kehidupan anda,. Untuk mendapatkan energy, anda harus membentuk Optimisme. Disini ada beberapa hal yang anda bisa lakukan untuk menumbuhkan rasa optimisme dalam diri anda :
1.      Lebih banyak senyum
Para ilmuwan menemukan bahwa senyum dengan sungguh-sungguh akan mengurangi ketegangan wajah dan menimbulkan perubahan susunan kimia ringan dalam jasmani anda.
2.      Pertahankan postur tubuh yang baik.
Berdirilah tegak, kembungkan dada, perut tarik ke dalam, dan bahu luruskan. Anda akan merasakan semangat jiwa anda meningkat pada saat meluruskan postur tubuh anda. Karena orang yang pesimis umumnya berjalan bongkok. Bukankah tidak diperlukan lebih banyak energy untuk berdiri atau duduk lebih tegak

3.      Bicaralah dengan suara yang jelas dan bisa didengar.
Orang yang optimis akan berbicara lebih lantang. Sering kali orang yang berbicara pelan diminta mengulangi perkataannya, bukankah itu menghabiskan energy dua kali?
4.      Jangan anggap tugas sebagai gangguan tetapi anggaplah setiap tugas sebagai aktivitas baru.
Jangan menggumam kesal saat mengerjakan sesuatu, kemudian datang tugas lain yang harus anda kerjakan. Terimalah tugas itu dengan senyuman.
5.      Hindari selalu melihat jam.
Kalau anda merasakan desakan waktu, jangan setiap beberapa menit melihat jam. Anda hanya akan bertambah tegang dan semangat akan pergi dari anda karena anda akan merasa waktu menjadi sangat lambat bahkan seperti berhenti. 
6.      Carilah sentuhan kreatif
Kalau anda menghadapi tugas membosankan berulang-ulang, carilah cara untuk membuatnya menarik. Gunakan imajinasi dan susun skenario untuk mengerjakannya. Misalnya pekerjaan anda setiap hari adalah mencuci mobil, coba berimajinasi bahwa anda sedang mencuci mobil anda untuk mengikuti kejuaraan dunia.
7.      Pikirkan dan bicarakan kesehatan anda secara positif
Jangan terlalu memikirkan gangguan kesehatan anda karena gangguan itu justru akan lebih lama tinggal di diri anda. Berfokuslah pada hal-hal yang baik di diri dan keluarga anda.
8.      Baca, dengar dan tontonlah berita serta informasi yang perlu anda ketahui untuk meningkatkan profesional dan pribadi anda.
Hindari godaan untuk menghabiskan waktu dan pikriran anda untuk membaca, menonton atau mendengar hal-hal pribadi orang lain (gossip). karena banyak mendengar, menonton atau membaca tentang gosip akan membuat anda cenderung sinis terhadap orng lain
9.      Pilihlah lebih banyak teman dan rekan yang bersikap optimis
Alasan berteman sebaiknya bukan untuk berbagi masalah serupa, tapi lebih berupa saling berbagi pemecahan dan tujuan.

10.  Belajarlah bersikap tenang dan bersahabat
Terlepas dari seberapa besarnya tekanan yang sedang anda hadapi, cobalah untuk selalu bersikap membantu.
11.  Beri salam pada orang lain dengan ucapan yang bersemangat
Berilah semangat bagi orang lain, sekalipun kita sedang tidak berenergi. Karena semakin sering kita memberi semangat bagi orang lain, maka kita sendiri akan semakin berenergi.
12.  Bernyanyilah
Bernyanyilah sekuat paru-pari anda maka anda akan merasa semakin berenergi.
13.  Berkonsentrasilah pada pemikiran yang menyenangkan sebelum anda tidur
Jangan beranjak tidur dengan imajinasi yang buruk, mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, dan merenungi atau menyesali masa lalu. Berantusiasmelah bahwa hari-hari anda akan menyenangkan dan anda akan bangun lebih segar.
Tularkanlah antusiasme itu pada orang lain, semakin antusiasme terbentuk di sekitar anda, semakin mudah pula untuk mempertahankan optimism pada diri anda.
O.  Penutup
ü  Guru bersama siswa menarik kesimpulan tentang materi yang telah dijelaskan.
ü  Memberi salam penutup.
P.   Rencana Penilaian : Evaluasi Diri
(Pembiasaan diri untuk bersikap optimis tetapi masih dalam sikap pengawasan guru dan orang lain).
Q.  Evaluasi
Untuk melatih kemampuan siswa dalam penguasaan materi yang telah diberikan. Bilamana telah sesuai hasil pembelajaran yang dilakukan dengan pemahaman isi pokok maka tercapailah tujuan yang diharapkan
R.  Latihan Evaluasi
Berisi butir-butir soal untuk menguji kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari. Sebagai alat tingkat analisis soal dengan menggunakan jenis soal esay test
S.    Alat Evaluasi
Penilaian dengan menggunakan Aspek Afektive yang mana hal yang akan dievaluasi berhubungan dengan merubah sikap awal menjadi lebih baik terhadap kegiatan layanan berdasarkan aspek afektive yang telah dilaksanakan.


Jenis Soal Esay Test
a.       Jelaskan Pengertian Optimis berarti bersikap positif menurut pemahaman anda dan berikan alasannya?
b.      Mengapa bersikap optimis sangat bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain?
c.       kenapa kita harus menjadi orang yang bersikap optimisme?
d.      Menurut pemahaman anda coba jelaskan cara bersikap optimisme terhadap manusia dengan kehidupan?
e.       Apakah dengan bersikap tenang bisa dikatakan telah bersikap optimis, Jelaskan alasan anda?
Jawab
a.       menurut pemahaman saya Optimis mempunyai arti bersikap positif dalam hal ini sikap merupakan sesuatu harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan.
b.      Bersikap optimis sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain karena mampu mengatasi kesulitan dengan baik secara fisik dan mental dengan hal terbaik yang dapat anda berikan kepada diri anda, serta dukungan dan semangat untuk jangka panjang.
c.       Karena dengan menjadi orang yang bersikap optimis akan memberikan kita manfaat yaitu sebagai berikut :
ü  Lebih panjang umur
ü  Jarang mengalami depresi
ü  Tingkat stress lebih kecil
ü  Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik
ü  Lebih baik secara fisik dan mental
ü  Mengurangi resiko terkena penyakit jantung
ü  Mampu mengatasi kesulitan
d.      Menurut pemahaman saya bersikap optimis terhadap manusia dalam kehidupan yaitu seseorang yang optimis akan berbicara lebih lantang, dan lebih banyak senyum sehingga berteman sebaiknya bukan untuk berbagi masalah serupa, tapi lebih berupa saling berbagi pemecahan dan tujuan.
e.       bersikap optimis dikatakan telah bersikap tenang apabila telah terlepas dari seberapa besarnya tekanan yang sedang anda hadapi, cobalah untuk selalu bersikap membantu.
Analisis Butir-Butir Instrumen Evaluasi
a.      Menilai Test yang dibuat sendiri
Dalam mengadakan penilaian yang objektif terhadap test yang kita susun dengan memperoleh keterangan tentang hasil test akan membantu kita mengetahui mutu test yang disusun dalam hal :
1)      baik dari taraf kesukaran serta ketidakjelasan perintah atau bahasa dari butir-butir soal yang telah disusun harus diteliti secara jujur
2)      dengan mengidentifikasi butir-butir soal yang jelek dengan penyempurnaan perolehan gambaran tentang keadan yang kita susun secara selintas untuk mengadakan analisis soal
3)      merumuskan tujuan meteri sehingga dapat merumuskan dengan setiap butir-butir soal yang telah disusun
4)      dengan mempunyai daya pembeda yang tinggi terhadap butir-butir soal yang kita susun.
b.      Analisis Butir-Butir Soal
berdasarkan tingkat kesukarannua butir-butir soal diatas dapat dianalisis dengan skor yaitu sebagai berikut :
rumus indeks kesukaran :
P      Dimana :          P : Tingkat kesukaran
                                    B : Banyaknya siswa menjawab soal itu dengan betul
                                    Js : Jumlah seluruh siswa peserta test
1)      dari jumlah siswa peserta test dalam suatu kelas ada 25 orang. diantara jumlah siswa tersebut hanya 8 siswa yang dapat mengerjakan soal no. 1 dengan betul. Maka model kesukarannya adalah :
P    
P  = 0,32
Jadi, menurut ketentuan indeks kesukaran dengan soal no. 1 dengan P = 0,32 adalah soal sedang.
2)      dari jumlah siswa peserta test dalam suatu kelas yang terdiri dari 25 siswa tersebut 18 orang yang bisa menjawab soal no. 2 dengan benar. Maka indeks kesukarannya adalah :
P
P  = 0,72
Jadi, indeks kesukaran menurut ketentuan pada soal No. 2 dengan P = 0,72 yaitu soal mudah.
3)      dari jumlah siswa peserta test 25 orang terdapat 6 siswa yang mampu mengerjakan soal No. 3 dengan benar. maka indeks kesukarannya adalah
P
P  = 0,24
jadi, indeks kesukaran pada soal No. 3 menurut ketentuan dengan P = 0,24 adalah soal sukar.
4)      dari jumlah siswa peserta test 25 orang yang mampu menjawab soal No. 4 dengan benar yaitu 21 siswa. Maka kesukarannya adalah
P
P 0,84
jadi, menurut ketentuan indeks kesukaran pada soal no.4 dengan P = 0,84 adalah soal mudah.
5)      dari jumlah siswa pserta test dalam suatu kelas ada 25 orang. dari 25 orang siswa tersebut berupa 13 orang yang dapat mengerjakan soal no. 5 dengan betul. maka indeks kesukarannya adalah :
P
P  = 0,52
jadi, menurut ketentuan soal no. 5 indeks kesukarannya dengan P = 0,52 yaitu soal sedang.

Baubau, 02 Juni 2014



RUSLI

NPM. 112010005